Kamis, 15 September 2016

Pintu Tua Keluargamu

Dulu aku pernah menutup hati untuk berjalan berdampingan dengan wanita namun sejak aku mengenalmu hanya lintasan mata yang tidak dapat kupahami. Kau yang memperkenalkan pada hatiku untuk menyapa wanita, yaitu kau.

Kau yang masih terpampang jelas dalam ingatanku, yang mati dalam kenangan terbawa bersama asap rokok yang tidak ternilai harganya. Ketika aku sakit kau akan mengerti siapa yang dapat menyembuhkanku. Ketika aku tidak dapat lagi mengucapkan sepatah kata kau akan mengerti siapa yang aku sebut.

Tidak lain itu adalah kau, kau, dan kau. Bukan orang lain. Hanya kaulah yang mengetuk pintu tua yang telah lama ditinggal oleh pemilknya, kau yang membersihkannya hingga suatu saat nanti aku hanya bisa berharap kaulah yang akan menempatinya bersamaku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar